Reading Time: 3 minutes

Meski tak selalu, gaya berkendara orang Indonesia menjadi faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berhati-hatilah!

Dari tahun ke tahun, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat. Adapun jenis yang paling mendominasi adalah sepeda motor dengan jumlah menembus angka 130 juta. Artinya, banyaknya sepeda motor di Indonesia mencapai setengah dari jumlah penduduk di nusantara sendiri.

Sayangnya, tingginya jumlah ini masih cenderung selaras dengan terjadinya peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Meski tidak selalu, tetapi gaya berkendara orang Indonesia yang menjadi faktor penyebab kecelakaan yang cukup dominan.

Hmm… kira-kira, seperti apa saja sih gaya berkendara orang Indonesia yang berpotensi membahayakan nyawa ini?

Berkendara Sembari Menggunakan Ponsel

Orang Indonesia memang bukan hanya satu-satunya pihak yang melakukan perilaku salah ini. Walau begitu, fakta ini tidak lantas menjadikan penggunaan ponsel selagi berkendara di Indonesia menjadi dapat dibenarkan.

Bila memang harus menggunakan ponsel untuk membalas percakapan, mengangkat telepon, dan hal-hal mendesak lainnya, maka menepilah. Selain itu, bila membutuhkan GPS, pastikan Anda tetap dapat berkonsentrasi dengan maksimal. Hindari pula penggunaan headset, earphone, dan semacamnya sembari mendengarkan musik apalagi berbicara dengan orang di ujung sambungan telepon karena hanya akan memecah fokus berkendara.

Tidak Menggunakan Pengaman

Namanya saja pengaman, Anda tentu tahu fungsinya untuk membuat pengalaman berkendara menjadi aman, bukan? Baik helm maupun sabuk pengaman, semuanya mempunyai standar masing-masing yang semestinya tak perlu Anda modifikasi dengan mengurangi tingkat fungsionalitasnya hanya untuk membuatnya terlihat lebih apik.

Selain itu, perlu diingat, menggunakan pengaman juga harus dilakukan dengan benar. Seperti slogan berkendara yang terus digencarkan, ‘klik atau tilang’. Sependek apa pun rute yang ditempuh dan ada atau tidaknya polisi yang bertugas memantau, pastikan Anda selalu mengenakan helm atau sabuk pengaman dengan sempurna sesuai standar.

Belok Secara Tiba-Tiba

Selama beberapa tahun terakhir, marak sindiran yang dibalut guyonan mengenai pihak tertentu yang memberi tanda belok ke satu arah tetapi justru berbelok ke arah lain.

Tragisnya, hal ini memang merupakan kejadian nyata yang ada sehari-hari. Kondisi ini pun menunjukkan minimnya kecakapan pengendara tersebut dalam mengemudikan kendaraan. Padahal, keteledoran ini tidak hanya membahayakan dirinya, tetapi juga orang lain.

Selain itu, masih banyak pula pengendara—terutama motor—yang berbelok secara tiba-tiba, baik menggunakan lampu sein atau tidak. Tanpa mengurangi kecepatan secara teratur dan melihat situasi melalui spion, tiba-tiba saja mereka memotong jalur. Selain berbahaya, bila menjadi pihak yang berada di belakang kendaraan ini Anda tentu akan merasa kesal, bukan?

Mengabaikan Rambu Lalu Lintas

Yang dimaksud rambu lalu lintas di sini bukan hanya sekadar perubahan warna lampu di traffic light. Di Indonesia, ada lebih dari 100 rambu lalu lintas yang wajib dipatuhi oleh setiap pengendara. Rambu ini terdiri atas larangan, peringatan, petunjuk, perintah, dan tambahan.

Sayangnya, pemahaman terhadap rambu ini masih belum merata oleh setiap pengendara. Nyatanya, masih banyak orang-orang yang beranggapan bahwa asal dapat mengendarai motor (terlepas dari apakah sudah cukup cakap dalam mengoperasikannya) dan tidak mengebut, berkendara bukanlah hal besar yang perlu dipersiapkan dengan baik.

Memaksakan Kondisi

Setiap pengendara tentu punya kepentingannya masing-masing. Namun, hal ini tidak lantas jadi alasan untuk mengabaikan hak-hak orang dan keselamatan nyawa.

Gaya berkendara orang Indonesia yang memaksakan kondisi ini dapat ditemui sehari-hari seperti berkendara di atas trotoar, menyalip tanpa pertimbangan matang, memaksakan lewat di celah yang sangat terbatas, dan lain-lain. Mengesalkan sekaligus membahayakan, bukan?

Selain lima hal di atas, masih ada beberapa gaya berkendara orang Indonesia lainnya yang tidak sesuai standar. Perilaku ini tentu haruslah ditindak tegas karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk setiap pengendara memahami aturan, logika, dan etika dalam berkendara. Tak lupa, evaluasi juga perlu dilakukan.

DriveMark merupakan solusi praktis yang dapat membantu Anda untuk menilai kecakapan berkendara sesuai standar. Cukup dengan mengunduhnya di ponsel kesayangan, Anda akan terbantu untuk lebih berhati-hati dalam berkendara sekaligus mendapatkan hadiah uang tunai jutaan rupiah tanpa diundi, wow!

Get rewarded for driving safe

Dapatkan imbalan karena mengemudi dengan aman

Unduh sekarang!

Download on Google Play Download on App Store Play

Artikel Serupa

Alasan Mengapa Harus Install DriveMark

Reading Time: 2 minutes Ini alasan kenapa DriveMark harus ada di ponsel Anda! Kondisi jalan yang sulit ditebak merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi setiap pengendara. Kendati demikian, tak peduli seberapa...

DriveMark untuk Evaluasi Kedisiplinan Berkendara yang Praktis

Reading Time: 2 minutes Yuk, cermati seberapa disiplin Anda dalam berkendara dengan DriveMark Indonesia! Sebagai pengguna jalan, Anda tentu memperhatikan bahwa dari hari ke hari jumlah kendaraan yang memenuhi ruas...

Mengapa Kita Harus Berkendara dengan Aman?

Reading Time: 2 minutes Berkendara aman bukan hanya soal nyawa sendiri, tetapi juga tentang toleransi dan peduli. Sebagai aktivitas sehari-hari yang dilakukan untuk mempermudah mobilisasi, kemampuan berkendara aman adalah hal...

Cara Kerja DriveMark

Reading Time: 2 minutes Berkendara dengan lebih nyaman dan aman menggunakan DriveMark yang mudah dan seru. Di era digital sekarang, ada banyak aplikasi yang membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah....


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *